KPK dan Ketjil Melatih Pemuda Desa.

Sragen-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Komunitas Ketjilbergerak kembali melatih para pemuda desa. Sebanyak 94 muda-mudi dari 54 desa di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Program yang bertajuk “Sekolah Pemuda Desa” tersebut, berlangsung selama 1 hari minggu,  23 Februari 2020 bertempat di Aula Water Treatment Process Dusun Gunungsono, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Program Sekolah Pemuda Desa merupakan upaya pencegahan korupsi yang dikemas secara kreatif dengan pendekatan seni dan budaya berbasiskan pemberdayaan masyarakat tersebut , diikuti 

Sebanyak-banyak 94 muda-mudi dari 54 desa di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah termasuk 42 di antaranya adalah pemuda dari Desa Gilirejo.

Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang desa dan pengelolaan keuangan desa. 

Sebagai pendidikan alternatif independen, kurikulum dan materi Sekolah Pemuda Desa disusun secara partisipatif dan musyawarah dengan para pemuda yang tergabung dalam jaringan pemuda desa.  Sehingga, para pemuda paham bagaimana cara berpartisipasi dalam mengawal dana desa dan mampu mendorong pembangunan di desanya masing-masing sesuai dengan kebutuhan desa dan peruntukan dana desa. 

Topik-topik materi yang diberikan dalam pelatihan kali ini terkait pemanfaatan dan pengawasan dana desa terutama dalam pengelolaan SDA sebagai sumber kehidupan masyarakat desa. Selain perwakilan dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, narasumber yang menyajikan materi adalah para aktivis dan jaringan pemuda desa di Jawa Tengah. Mereka adalah aktivis dan penggerak warga di Alas Purwo Banyuwangi Krisna Yulianta, Direktur IBEKA dan aktivis lingkungan hidup Tri Mumpuni, dan Invani Lela Herliana serta Greg Sindana dari Komunitas Ketjil bergerak. 

Pelaksanaan Sekolah Pemuda Desa kali ini merupakan yang ke-9 sejak diluncurkan pada 2017. Dalam dua tahun terakhir telah mencakup dua provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di antaranya Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo, Boyolali, Karanganyar, dan lainnya. 

Program ini bermula dari kegiatan Komunitas Ketjilbergerak yang mendorong pelibatan dan partisipasi pemuda desa dalam pembangunan desa. Dengan mendatangi satu persatu desa yang ada di Yogyakarta, Komunitas Ketjilbergerak memberikan wawasan kepada para pemuda desa agar melek informasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan dana desa. 

Kemudian pada 2017 KPK dan Ketjilbergerak bersama kemendes PDTT berkolaborasi membuat program Sekolah Pemuda Desa. Sebuah wadah yang mempertemukan kepedulian KPK untuk mendorong transparansi dan pelibatan partisipasi publik untuk mencegah potensi penyimpangan dana desa. Demikian juga kepentingan Kemendes PDTT untuk menyosialisasikan regulasi dan monitoring implementasi, serta pemberdayaan para pemuda desa yang menjadi fokus pemberdayaan Komunitas Ketjil bergerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *