Connect with us

Ragam

Lagi, Korban Robot Trading ATG lapor Mabes Polri

Penipuan robot trading ATG yang dikelola PT. Pansaky Berdikari Bersama, secara resmi telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Apeksi.com – Kasus penipuan melalui Robot Trading Auto Trade Gold (ATG) mulai diselidiki di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Setelah sebelumnya menghebohkan Kota Lampung, dengan terlapor Wahyu Saptian Dyfrig atau lebih dikenal Wahyu Kenzo, pemilik PT Panthera Trade Technologies,
Kini laporan kasus investasi trading menyeret nama PT. Pansaky Berdikari Bersama.

Penipuan robot trading ATG yang dikelola PT. Pansaky Berdikari Bersama, secara resmi telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Sebanyak 141 investor menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp15 miliah lebih. Laporan ini disampaikan oleh kuasa hukum para korban.

Perwakilan kuasa hukum para korban, Adi Gunawan S.H, menyampaikan, laporan tersebut telah dicatatan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTL/179/VI/2022/BARESKRIM.
Menurutnya, laporan ini dilakukan setelah sebelumnya para korban melayangkan somasi langsung kepada pihak Auto Trade Gold atau ATG. Namun tidak pernah ditanggapi.

“Sebelumnya kami telah melayangkan Somasi terlebih dahulu terhadap pihak ATG yang dikelola oleh PT. Pansaky Berdikari Bersama.,”
“Tapi somasi justru tidak pernah mendapat tanggapan. Tidak ada itikad baik dari pihak ATG, kami kemudian menempuh upaya hukum, kami laporkan ke Mabes Polri,” kata Adi Gunawan dalam keterangannya, pada Sabtu lalu,(18/6).

Dijelaskan Adi Gunawan, upaya hukum dilakukan setelah dia dan timnya mendapatkan legal standing yang berupa surat kuasa khusus dari hampir seluruh korban ATG.

Laman: 1 2 3

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending